Iklan

Kangen Traveling
02 September 2023, 07.23 WIB
Last Updated 2023-09-02T14:23:07Z
Budaya

Mengenal Tradisi Yaa Qowiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah


KANGENTRAVELING.COM - Tradisi budaya di Indonesia sangatlah luas dan beragam, salah satunya adalah tradisi Yaa Qowiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Tradisi ini diperingati setiap bulan Sapar atau Saparan, tepatnya pada Jumat 15 Sapar menurut penanggalan Jawa.

Sejarah dan Makna Tradisi Yaa Qowiyyu

Tradisi ini bermula dari perjalanan haji Ki Ageng Gribig, seorang tokoh ulama besar yang dikenal karena perannya dalam menyebarkan ajaran Islam di region ini. 

Setiap tahun, lebih dari 6 ton kue apem dibagikan dalam acara ini. Kudapan bundar yang terbuat dari tepung beras ini disebarkan di selatan masjid yang berada di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Masyarakat meyakini bahwa kue apem yang mereka dapatkan dalam tradisi ini membawa kesejahteraan. Selain itu, Yaa Qowiyyu juga memiliki arti yang mendalam yaitu meminta kekuatan, yang diambil dari penyingkatan bacaan doa bagian akhir dalam bahasa Arab.

Tujuan dan Manfaat Tradisi Yaa Qowiyyu

Tradisi Yaa Qowiyyu memiliki tujuan serta manfaat yang spesifik. Dengan tradisi ini, masyarakat dapat mengenang kontribusi Ki Ageng Gribig dalam menyebarkan agama Islam melalui budaya lokal, khususnya Jawa.

Tradisi ini juga berperan dalam meluruskan dan melestarikan budaya Jawa, terutama di kalangan generasi muda.

Selain itu, tradisi ini memberikan peringatan kepada masyarakat untuk menjaga keimanan, melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan senantiasa memohon keampunan.

Di tengah perubahan zaman dan budaya yang mungkin semakin beragam, tradisi Yaa Qowiyyu tetap dipertahankan. Melalui tradisi ini, nilai-nilai luhur dan pesan moral dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi. (*)